Malam bertabur bintang, hangat nya sinar bulan.
secerca bayang terbius keindahan, detik malam melantunkan keheningan.
Ilusi malam beranjak, desiran angin menerpa diam misteri. Senyumu perbedaan ketulusan, tawamu penuh arti.
Lilin kecil nampak dalam senyum tipis mu,
rona merah pipi mu bagai mawar salju terbungkus ke sucian,
tatap matamu tajam bagai sinar.
bibir tipis merekah mu bagai intan.
Engkau tersipu malu saat hadir mu menghiasi kilau romansa cinta,
cermin itu tak beranjak saat kau menangis
rintih mu menghancurkan ke angkuhan,
sejenak kau termenung menatap wajah mu,
tak berubah ego itu cermin pun memantulkan.
saat kau terripu malu
rona pipi mu tak dapat kau bendung jingga terpancar,
keluh mu di saat mata mulai terpejam impian wajah sang pangeran datang tak terelakan hanya pandangan mu
menatap tinggi di sudut ruang hampa.
indah teramat indah lukisan hati mu terpajang dalam bingkai keramaian, tertunduk sejenak kala laut menerpa angin nya di wajah mu.
Tak terasa suasana pagi menyapa senyum sang embun
menghalangi raut wajah mu,
dinding yang terlukis goresan dengan kesah mu mulai terisi kekosongan,
sejuk pagi ini membaca wajah mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar